Saham ICTSI Jasa Prima masuk daftar UMA

Home » Stock » Saham ICTSI Jasa Prima masuk daftar UMA
November 30, 2015 Stock No Comments

PT Bursa Efek Indonesia memasukkan aktivitas pergerakan saham PT ICTSI Jasa Prima Tbk (KARW, Rp126) ke kategori tidak biasa (unusual market activity/UMA). Otoritas bursa juga menyatakan sedang mengawasi perdagangan saham tersebut. (Rilis IDX)

[ tags KRAW]
[ end]

* PT Mahaka Radio Integra bersiap melenggang ke Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan menawarkan saham perdana ke publik (Initial Public Offering/IPO). Mahaka akan melepas saham sebanyak-banyaknya 171,36 juta saham atau 30% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Nilai nominalnya Rp 100 per saham.

Saham yang dilepas ke publik itu terdiri dari 114,24 juta saham baru dan 57,12 juta saham divestasi atas nama PT Fajar Mentari. Perseroan sudah menunjuk PT Trimegah Securities Tbk (TRIM, Rp51) sebagai penjamin emisi efek. (Kontan.co.id)

* Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melonggarkan batasan portofolio efek reksadana syariah. Dalam aturan OJK No. 19/POJK.4/2015 tentang penerbitan dan persyaratan reksadana syariah, otoritas memperbesar batasan portofolio pada satu efek syariah, dari sebelumnya 10% menjadi 20%. (Kontan.co.id)

* Wacana PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA, Rp300) untuk memanfaatkan Bandara Pondok Cabe, Tangerang Selatan bakal segera terealisasi. Paling cepat, pemanfaatan dapat dilakukan mulai Februari 2016.

Untuk itu, Garuda Indonesia telah melakukan penandatanganan kerjasama dengan PT Pertamina (Persero). Salah satu poin kerjasama tersebut adalah pemanfaatan Bandara Pondok Cabe yang dimiliki Pertamina. (Okezone.com)

* Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memiliki skema swadaya untuk membantu masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki sebuah rumah. Melalui skema tersebut, Kementerian PUPR mengalokasikan anggaran rumah murah 2016 Rp1,6 triliun. (Okezone.com)

* Para broker akan diuntungkan dengan adanya kebijakan baru dari regulasi terkait dalam hal adanya penjualan efek dari nasabah institusi. Sekretaris Perusahaan Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) Suryadi menjelaskan kebijakan tersebut berupa institutional delivery. (inilah.com)

Leave a Reply