Rupiah Menguat karena Perbaikan Situasi Dagang, Dolar Melemah

Oleh Lukman Otunuga, Research Analyst FXTM

Kelegaan terasa di berbagai pasar finansial karena berita terkini bahwa Amerika Serikat mengajukan negosiasi dagang baru dengan China. Berita ini berdekatan dengan sorotan bahwa Amerika Serikat dan Kanada semakin mendekati kesepakatan dagang, yang membuat Dolar melemah terhadap mata uang lainnya.

Ketegangan dagang sejak lama terlihat sebagai faktor pendorong apresiasi Dolar, dan indikasi bahwa pemerintahan Trump sudah tidak terlalu agresif memicu ketegangan dagang dianggap negatif untuk Dolar. Yuan China menguat karena berita bahwa Washington berkomunikasi dengan Beijing untuk melanjutkan negosiasi dagang, dan berbagai mata uang pasar berkembang Asia juga menguat karena peningkatan selera risiko.

Ini bukan pertama kalinya kita melihat optimisme karena negosiasi Washington dan Beijing, yang kemudian justru meningkatkan ketegangan dagang, namun investor sepertinya ingin tetap optimis bahwa kesepakatan mengenai masalah yang telah berlarut-larut ini dapat segera tercapai. Wacana ini secara umum adalah langkah positif karena kedua belah pihak bersedia untuk mengurangi ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia.

Di Indonesia, Rupiah sedikit menguat karena optimisme terhadap membaiknya hubungan AS China dan Dolar yang melemah. Walaupun Rupiah dapat semakin menguat di jangka pendek, namun peningkatannya tetap terancam oleh berbagai faktor eksternal. Federal Reserve diperkirakan akan meningkatkan suku bunga bulan ini dan gejolak di pasar berkembang membebani sentimen pasar, sehingga Rupiah tetap rentan melemah.

Bank Indonesia sudah meningkatkan suku bunga empat kali sejak pertengahan Mei sebagai upaya untuk mencegah Rupiah semakin melemah. Ada kemungkinan bahwa BI akan bertindak lagi tahun ini, terutama mengingat bahwa AS masih mungkin meningkatkan suku bunga dua kali lagi. Walaupun kenaikan suku bunga BI dapat membantu Rupiah, namun tindakan ini dapat berdampak negatif pada pertumbuhan ekonomi.

Di bagian dunia lainnya, Dolar melemah terhadap sekeranjang mata uang mayor karena data ekonomi yang mengecewakan mengurangi ekspektasi potensi kenaikan suku bunga AS di bulan Desember. Ketegangan dagang tetap menjadi faktor penggerak utama untuk Dolar di jangka menengah dan jangka panjang. Indikasi optimisme mengenai perdagangan akan dianggap mendorong peningkatan sentimen risiko, dan dapat membuat investor untuk mengurangi kepemilikan safe haven yaitu Dolar.

Untuk informasi selengkapnya, kunjungi: FXTM

Disklaimer: Materi maupun visual ini memuat opini dan ide pribadi. Konten ini tidak boleh dianggap memuat saran investasi dan/atau penawaran transaksi apa pun. Konten ini tidak mengimplikasikan kewajiban untuk membeli layanan investasi dan tidak pula menjamin atau memprediksi kinerja di masa mendatang. FXTM serta afiliasi, agen, direktur, karyawan atau staf tidak menjamin keakuratan, validitas, ketepatan waktu, atau kelengkapan informasi atau data apa pun dan tidak bertanggung jawab atas kerugian yang terjadi atas investasi yang mengandalkan informasi atau data tersebut.

Peringatan risiko: CFD adalah instrumen kompleks yang membawa risiko tinggi terjadinya kerugian dengan cepat karena penggunaan leverage. Anda harus memastikan bahwa Anda memahami cara kerja CFD dan bahwa Anda dapat menanggung risiko besar kehilangan uang.

CATATAN UNTUK EDITOR

Merek FXTM: ForexTime Limited diatur oleh Komisi Sekuritas dan Bursa Siprus (CySEC) dengan nomor lisensi 185/12 dan memegang lisensi dari FSCA Afrika Selatan dengan nomor FSP 46614. ForexTime UK Limited memegang izin dan diatur oleh FCA (nomor lisensi 777911). FT Global Limited diatur oleh Komisi Jasa Keuangan Internasional (IFSC) dengan nomor lisensi IFSC/60/345/TS dan IFSC/60/345/APM.

[Market Analisis FXTM] – Rupiah Menguat karena Perbaikan Situasi Dagang, Dolar Melemah .docx

[FXTM Analysis] – Rupiah Gains on Trade Hopes, Dollar Slips .docx

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here